Sultoni, pria 27 tahun dari Tegal, Jawa Tengah, Indonesia, menderita polio hampir 26 tahun sejak usia 13 bulan sampai sekarang. Tidak seperti remaja lain pada umumnya yang bisa berinteraksi dengan dunia luar, bergaul dengan teman-teman, dan merasa dunia pendidikan, dll, Sultoni hanya dapat berbaring di tempat tidur (papan kayu tanpa bantalan bantal atau kasur) ditemani sebuah radio kecil di sisinya.
Ketika Sultoni berusia 13 bulan, Rasito, ayahnya membawanya ke rumah sakit. Sultoni masih mampu berjalan sampai selang waktu yang cukup lama. Rasito berusaha untuk menyembuhkan anaknya dengan membawa kembali ke rumah sakit yang sama, RS. Susilo, Slawi-Tegal. Menurut dokter anak yang memeriksa keadaannya, Sultoni mengalami gejala polio.
Tidak ada Akses Kesehatan bagi Orang Miskin Seperti Sultoni
Sertifikat yang menginformasikan mereka adalah keluarga miskin yang diterima oleh Rasito sudah cukup untuk membantu dia untuk mendapatkan bantuan kesehatan gratis, meskipun itu tidak sepenuhnya bebas, karena obat yang dibutuhkan oleh Sultoni tidak tersedia di rumah sakit dan mereka memaksa Rasito untuk membelinya di luar rumah sakit.
Sultoni awalnya ditempatkan di kamar tidur di rumah. Namun karena keluarga tidak tahan bau kotoran, keluarga menaruh Sultoni di dapur, di mana biasanya digunakan ibunya untuk memasak. Sekarang dapur menjadi kamar tidurnya juga. Setiap upaya-upaya telah dilakukan, namun Sultoni masih belum bisa berjalan hingga saat ini.
Potret Keluarga Sultoni
Ayah Sultoni, Rasito adalah lulusan sekolah dasar yang hanya bisa bekerja sebagai kuli di pasar dengan penghasilan rendah sekitar Rp. 12.000 per hari. Rasito akhirnya hanya bisa pasrah dan menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan untuk hidupnya dan anak-anak menderita. Pada tahun 1989, Rasito berusaha mengubah nasibnya dengan beralih pekerjaan sebagai tukang becak. Bahkan untuk becak saja ia harus membeli dengan kredit.
Bantuan Untuk Sultoni
Rasito memiliki empat anak termasuk Sultoni, Sandi, Bowo & Luki. Setelah memiliki 4 anak, istrinya meninggal. Sandi, anak kedua, tidak memiliki pekerjaan tetap sampai sekarang dan ia hanya bekerja sebagai salah satu buruh bangunan.
Kadang-kadang ia juga bekerja sebagai asisten sopir di satu perusahaan transportasi. Bowo, anak ketiga Rasito, dipercayakan kepada Panti Asuhan sejak sekolah dasar sampai sekarang karena kurangnya biaya untuk membesarkannya.
Nasib Bowo lebih beruntung dari saudara-saudaranya. Dia sekarang kuliah di Trans Jaya dibiayai oleh perusahaan Teh Botol Sosro sebanyak 50%, sedangkan sisanya 50% dibiayai oleh orang tua yang harus mencari utang di mana-mana untuk ongkos sekolah anak-nya.
Luki, anak terakhir yang dipercayakan kepada adiknya yaitu bibi Jamilah sejak usia 8 bulan sampai sekarang. Saat Luki duduk di kelas 6 SD. Keluarga Sultoni adalah potret kehidupan keluarga dalam keadaan kemiskinan. Mereka tidak dapat mengakses layanan pendidikan, kesehatan, dan terisolasi dari dunia luar.
Harap menyebarkan berita ini untuk membantu Sultoni menemukan kesembuhannya atau anda juga dapat berbagi dengan keluarga sultoni dengan langsung mendatangi kediamannya.
Artikel Yang Berhubungan
- 5 Tahun Lagi Rp 1.000 Jadi Rp 1 Perak !!! Masa sih???
- Mengapa bangsa Indonesia kalah kreatif dari negara-negara maju
- Karnaval Budaya di Bundaran HI Diwarnai Pamer Payudara
- Mengungkap Bisnis Seks Dipenjara, SCTV Dilarang Tayang Oleh Seorang Menteri
- Inilah Kronologi Meninggalnya Adjie Massaid
- Adjie Meninggal Karena Serangan Jantung
- Bukti Kejamnya Penjara Indonesia, Napi Dipaksa Makan Kotoran Manusia
- Walau Negara Miskin Pengemis di Bangladesh Digaji Negara, Bila Disini?
- Demi Menyambung Hidup, Pria Ini Makan Tikus
- Terbaru, Facebook Akan Ditutup 15 Maret Amankan Foto dan Data Anda
- Foto-foto pemain Philipine Dugem bareng Rahma Azhari
- Indonesia Penjual Manusia, Malaysia Memperbudak Manusia
- Demonstran Nekat Potong Urat Nadi di KPK
- Indonesia Juara Dunia di Twitter
- Perbandingan Jepang Dengan Indonesia dalam Segala Hal !
- Mantan Presiden Megawati di Bentak Polisi
- Indonesia vs Pakistan (Perbandingan Kedua Negara dalam Memerangi Ekstrimisme/Teroris)
- Orang INDONESIA YANG DIKAGUMI bahkan dijadikan PAHLAWAN DI MALAYSIA
- Antara Indonesia, Polandia dan Monaco, (Siapa Yang Duluan Menggunakan Merah Putih)
- Pesan Damai, Unyil Salaman Dengan Upin
- Manohara Tak Setuju Ganyang Malaysia
- 10 Alasan Kita Harus Kasihan Kepada Malaysia
- Tentang Malaysia
- Daftar 500 Website Malaysia Yang di Hack oleh Hacker Indonesia Pada Hari Kemerdekaan Malaysia !!
- Mau Sehat ? Pelototin Payudara Perempuan ! (for men)
- Wow! Jantung Vampire Asli yang di jual di Ebay
- Baterai Isi Ulang dengan Air Seni
- Wanita Ini Tak Bisa Duduk Selama 10 Tahun
- Wanita Ini 'Lumpuh' Tiap Melihat Sendok Logam
- 7 Tokoh Terkenal dengan Phobia Teraneh di Dunia
- Lupakan Mangsa, Ular Tolong Katak
- foto unik, lucu dan aneh anak-anak.....
- Cewek Kencing Di Kuburan Sambil Merokok
- Aneh ! Buang Air Besar Yang Keluar Bayi
- Ada orang Animal Sex ama Anjing, Anjingnya hamil, liat dhe anaknya ! !
- MOMEN LANGKA, Kembang Api, Kilat, Komet Dalam Satu Foto!
- Ayam Sakti, Empat Hari Disembelih Sampai Urat Putus Tetap Hidup
- Aneh gan , ada Manusia Cermin !! cekisdot dah
- GILA!! Pria ini Memotong Penisnya dan Dibuang ke Taman hanya untuk Operasi Ganti Kelamin
- Inilah Koin Porno Dari Kota Pompeii
- Heboh,Penemuan Bunga Bangkai Bermata Dajjal
- Pria Bertahun-tahun Tidur Di temani mayat
- Ada Ayam Seperti Penguin
- Di New Zealand Ada Kejuaraan Golf Sambil Bugil
- 7 Tipe Cowok Paling Payah di Mata Cewek
- 10 Negara paling Berbahaya Di Dunia
- Eclyse, Zebra Terunik di Dunia
- Cacing terbesar didunia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar